Tragedi Peledakan bom di JW Marriott-Hotel Ritz Carlton pada jumat 18 Juli 2009 berhasil meluluhlantakan dan menghancurkan bangunan mewah ini hanya dalam hitungan menit. Tidak hanya itu, korban nyawapun tdak terelakan. Tapi, Ledakan ini tidak hanya menghancurkan hal tersebut. Bom rakitan tersebut juga meninggalkan kehancuran berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia.
Dari suasana politik yang kembali 'hancur', hingga puluhan miliar rupiah secara tidak langsung menjadi hancur dan rencana jangka panjang negeri ini juga menjadi hancur leh ledakan yang terjadi pada pukul tujuh pagi ini. Berikut beberapa aspek yang menjadi akibat dari ulah tangan orang yang TIDAK PERNAH BERTANGGUNG JAWAB INI.
1. Kehancuran Fisik
Tentu hasil dari sebuah ledakan, apalagi jenis Bom tentu menghasilkan kehancuran fisik dan tentunya tidak akan lepas dari korban nyawa. Ledakan di JW Marriot ini adalah yang kedua setelah ditahun 2003 hal serupa juga terjadi. Hingga Minggu, 19 Juli 2009 terdapat 8 nyawa melayang secara sia-sia. Bahkan di antara korban, terdapat Presiden Direktur, Semen Holcim Indonesia, Timothy David Mackay
2.Kehancuran Politik
Suhu politik Indonesia kembali 'hancur', setelah sempat tegang pasca pemilihan presiden (karena masalah DPT) dan tenang, Politik Indonesia kembali memanas setelah keluar pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai penyebab peledakan bom kuningan. Merasa tersinggung dengan pernyataan, Presiden yang akrab disapa dengan SBY ini, lawan politiknya pun angkat bicara. Bukan bersama-sama untuk saling membrantas tindakan terorisme, mereka malah saling tuding-menuding.
3Kehancuran Sepakbola Indonesia
Secara tidak langsung peledakan di hotel JW Marriot-Hotel Ritz Carlton (sedianya digunakan untuk tempat menginap tim Manchester United) juga berakibat tidak jadinya kedatangan Manchester United, yang tepat saat ledakan terjadi, baru saja mendarat di Kuala Lumpur untuk melakukan ujicoba melawan tim U-23 Malaysia. Indonesia yang direncanakan akan disinggahi juara Premier League ini pada tanggal 24 Juli, akibatnya tidak jadi. Kesempatan melawan uji tanding yang sangat berkelas, Tim Nas Indonesia hanya gigit jari melihat negara tetangga, bahkan melawan MU dua kali (satu kesempatan, menggantikan Tim Merah Putih).
Panitia di duka rugi hingga 50 Milyar rupiah, angka yang telah dipersiapkan jelang laga dalam beberapa bulan terakhir.
Itu baru masalah MU, cita-cita menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 pun tinggal mimpi, seperti yang diungkapkan ketua PSSI, Nurdi Halid. Sepakbola Indonesiapun, juga menjadi hancur dengan bom ini.
Itu mungkin hanya sedikit hal yang berhasil 'dihancurkan' dari Peledakan Bom di JW-Marriott-Ritz Carlton, masih banyak lagi?
















